Pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi NTB mengalami peningkatan diatas pertumbuhan IPM Nasional yang hanya tumbuh sebesar 0,94 persen.
Pembangunan manusia di provinsi NTB tahun 2015 terus mengalami kemajuan yang ditandai dengan meningkatnya IPM sebagai indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia yang menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan,kesehatan, pendidikan dan sebagainya.
"IPM Provinsi NTB dari 64,31 persen tahun 2014 menjadi 65,18 persen pada tahun 2015 atau meningkat 1,36 persen. Peningkatan ini diatas pertumbuhan IPM nasional yang tumbuh sebesar 0,94 persen," terang Kepala BPS NTB, Wahyudin, Rabu (15/6).
Pada tahun 2015, menurut Wahyudin, IPM di NTB masih dalam kelompok "sedang", masih sama dengan tahun 2014, namun demikian pertumbuhan IPM NTB tertinggi diantara provinsi lain sehingga masuk dalam kategori "top mover", tahun 2015 diikuti provinsi Jawa Timur dan Sulawesi Barat.
Selama periode 2014-2015, lanjutnya, seluruh komponen pembentuk IPM mengalami peningkatan, "bayi yang baru lahir memiliki peluang untuk hidup hingga 65,38 tahun, meningkat 0,48 tahun (5,8 bulan) dibandingkan sebelumnya, anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 13.04 tahun, meningkat 0,33 tahun (4 bulan) dibandingkan tahun sebelumnya.
"Pemduduk usia 25 tahun keatas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 6,71 tahun (setara kelas VII SLTP), menimgkat dibanding tahun sebelumnya, demikian juga pengeluaran per kapita (harga konstan 2012) masyarakat telah mencapai Rp 9,24 juta pada tahun 2015, meningkat Rp 254 ribu dibanding tahun sebelumnya," paparnya.
Sedangkan pertumbuhan IPM per Kabupaten Kota di NTB, Lombok Barat naik 1,73 persen, Lombok Tengah naik 1,39 persen, Lombok Timur naik 1,22 persen, Sumbawa naik 1,64 persen, Dompu naik 1,61 persen, Bima naik 1,39 persen, Sumbawa Barat naik 1,77 persen, Lombok Utara naik 1,63 persen, sedangkan Kota Mataram naik 0,58 persen dan Kota Bima naik 1,05 persen.
Sumber: mataramnews
